Tampilkan marketing yang anti mainstream

08Apr

Tampilkan Marketing Yang Anti Mainstream

Tampilkan Marketing yang Anti Mainstream

Christa sabathaly, marketing program manager bobobobo.com mengatakan bahwa seasonal selling perlu dilakukan karena memang ada kahlian/spikes sales pattern di momen-momen seasonl. Tantangan terbesar dari seasonal selling adalah diferensiasi marketing dengan pemain lainya. Menurut christa, aktivitas seasonal yang dijalankan bias berjalan sukses kalau kita mengerti kebutuha kosumen di setiap momennya.

 

Walaupun produk yang ditawarkan sama, misalnya hamper atau parcel, namun kebutuhan konsumen saat Valentine, Ramadan, atau Natal pasti lah berbeda.

“Aktivitas seasonal yang dijalankan bisa berjalan dengan sukses kalau kita mengerti kebutuhan orang di setiap momennya, di sinilah tantangannya” tutur Christa.

 

Bobobobo sendiri sangat siap menghadapi apapun momennya, termasuk Ramadan dan Idul Fitri. “Kami sangat siap sekali. Berbagai macam program telah kami siapkan untuk setiap kategori yang dijual,” ungkap Christa percaya diri.

 

Diferensiasi marketing

 

Meski begitu, aktivitas seasonal selling yang dijalankan haruslah dilakukan dengan sangat hati-hati agar tak membosankan konsumen.

 

Salah satu cara yang dilakukan Bobobobo adalah dengan terus memberikan diferensiasi produk dan tampilan desain yang fresh serta menghindari visualisasi yang mainstream.

 

“Ketika semua orang memberikan gambar simbolis seperti ketupat dan memilih tone warna hijau, kami berusaha memberikan tampilan yang segar dan berbeda dari stereotip,” jelas Christa.

Christa menjelaskan, agar aktivitas seasonal selling yang kita jalankan berjalan sukses, kita perlu memberikan produk yang sesuasi dengan season-nya. Selain itu, harga yang ditawarkan lebih sesuai dengan daya beli masyarakat, menemukan channel yang efektif, dan mengusahakan partnership/co-promotion dengan perusahaan lain yang memiliki visi sama guna mendapatkan impact yang lebih bagus

 

Onlineshop yang menargetkan kelas menengah-atas ini sendiri sangat konsen dengan setiap season yang ada karena memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap penjualan.

“Pengaruh seasonal selling sangat kuat. Di saat biasanya e-commerce atau ritel melakukan marketing dengan cara creating demand, seasonal selling justru sudah ada demand-nya, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkannya dengan baik,” imbuh Christa.

 

Momen ramadhan dan idul fitri misalnya, bobobobo menawarkan berbagai pilihan voucher makan dengan menu lebaran yang tidak bias didapatkan dimana pun, inspirasi hotel-hotel di Jakarta yang sangat coco untuk staycation bagi yang tidak mau repot di rumah sekaligus untuk memenuhi demam libur lebaran dan tentunya pilihan fashion lebaran yang berfokus pada warna putih sebaga symbol kesucian dan hati yang baru.

 

Persiapkan strategi

 

Christa mengakui, setiap kali menjalankan aktivitas seasonal selling omzet penjualan didapatkan bias mencapai lebih dari dua kali lipat. Ramadhan dan idul fitri ini, christa pun optimis bias mencapai angka yang sudah ditargetkan, yakni peningkatan dua kali lipat sales dan revenue.

Agar hasil seasonal selling yang dijalankan sesuai dengan harapan, Christa menyarakankan agar bisnis merencanakan strategi marketing jauh hari sebelumnya, “lihat pattern historical what work and what not dari competitor,” ujarnya.

 

“Buatlah sesuatu yang spesial untuk season tersebut, misalnya spesial product, capsule collection khusus Ramadan, dan jangan menampilkan produk yang sama dengan season sebelumnya karena konsumen pasti akan memperhatikan serta menunggu sesuatu yang baru dari momen seasonalseperti ini,” tutupnya.

 

 

 

 

 

Article by : marketing.co.id